Selamat Tahun Baru! Bagaimana kalian menghabiskan waktu libur tahun baru kemarin? Tim “sukaSUKI” baru saja meliput acara spesial awal tahun pada tanggal 3 Januari di toko “Kawamuraya” yang berlokasi di Asakusa. Di depan toko legendaris yang sudah berdiri sejak zaman Edo ini, kami melihat pemandangan “Jepang lama yang indah” yang kini sudah mulai jarang ditemukan. Di sana, terpancar banyak senyuman yang melampaui segala usia dan tidak dapat diutarakan dengan kata-kata.
1. Aksi Penuh Semangat! Melakukan “Mochitsuki” Bersama
Salah satu tradisi khas tahun baru di Jepang adalah “Mochitsuki” (menumbuk ketan). Setiap kali alat pemukul kayu besar diayunkan, terdengar teriakan semangat “Yoisho!” yang menggema. Mochi yang baru saja ditumbuk terasa sangat lembut dan kenyal! Para wisatawan yang kebetulan lewat pun terlihat sangat antusias dan kagum saat pertama kali mencoba pengalaman Mochitsuki ini.

(Foto 1: Mochitsuki)
2. Anak-anak Sangat Antusias! Bermain “Beigoma”
Yang paling mengejutkan dalam acara kali ini adalah kepopuleran permainan tradisional “Beigoma” (gasing besi)! Terutama anak-anak SD sangat antusias saat bertanding serius hingga gasing-gasing tersebut saling bertabrakan dan mengeluarkan percikan api. Seperti yang bisa dilihat di video, suara benturan di atas panggung kecil tersebut terasa sangat seru. Kita akan terpaku menonton sambil menahan napas, bertanya-tanya “Apakah gasingnya akan terpental keluar?” atau “Bagaimana gerakannya?”. Bukan hanya bagi generasi tua, bagi anak-anak zaman sekarang pun, permainan ini terlihat sebagai “permainan baru yang keren”.
(Video: Pertandingan Beigoma)
3. Jalanan Asakusa Menjadi Semarak! Penampilan “Chindon-ya”
Selain itu, muncul juga “Chindon-ya(*)”, pertunjukan yang bahkan di Jepang pun sudah sulit ditemukan! Mengenakan kostum warna-warni sambil memainkan drum, lonceng, bahkan saksofon di sepanjang jalan, penampilan mereka benar-benar seperti seni yang bergerak. Terpikat oleh ritme yang ceria tersebut, banyak orang berkumpul di depan Kawamuraya seolah-olah tersedot oleh suasananya. Di kota bersejarah seperti Asakusa, suara musik Chindon-ya terasa sangat pas dan serasi.
(Foto: Chindon-ya)
※Apa itu Chindon-ya?
Ini adalah aksi promosi jalanan tradisional di Jepang. Budaya periklanan ini sudah ada sejak zaman Edo, Meiji, dan Taisho. Mereka memakai kostum tradisional sambil memainkan alat musik seperti drum Chindon (kombinasi lonceng dan drum), saksofon, dan shamisen untuk menarik perhatian orang serta mempromosikan toko ataupun acara.
Toko Kawamuraya Asakusa baru saja beroperasi kembali setelah renovasi pada April 2025. Lantai 1 digunakan untuk penjualan produk, lantai 2 untuk restoran, dan lantai 3 sebagai ruang acara yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Melalui acara seperti ini, kami ingin menyampaikan tradisi Jepang yang luar biasa kepada generasi berikutnya dan juga kepada masyarakat di seluruh dunia. Bukan hanya sekadar menjual asinan (tsukemono), tetapi menciptakan tempat di mana hati bisa saling terhubung. Itulah tantangan baru kami dengan sejarah selama 230 tahun. Jika kalian datang ke Asakusa, silakan mampir ke Kawamuraya, ya! Asinan yang lezat dan interaksi yang hangat telah menanti kalian!
【Informasi Toko】
Situs Web: https://www.kawamuraya.co.jp/shopinfo/asakusa/
Nama Toko: Kawamuraya Asakusa Store
Alamat: 1-22-8 Asakusa, Taito-ku, Tokyo 111-0222
TEL: 03-5806-0266
Jam Operasional: 10:00 – 18:00 (Restoran lantai 2: 11:30 – 17:00 / L.O. 16:30) Hari Libur: 1 Januari (Restoran lantai 2 hanya buka setiap hari Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu)

